Perbedaan CoW Protocol dan Ethereum Name Service: CoW Protocol diperdagangkan di Rp1.821 (kapitalisasi pasar Rp1,05T, volume 24 jam Rp41,18M), sedangkan Ethereum Name Service diperdagangkan di Rp72.548 (kapitalisasi pasar Rp3,05T, volume 24 jam Rp116,57M). Perbedaan utamanya: Ethereum Name Service jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar CoW Protocol, dan suplai CoW Protocol dibatasi (575,6M / 1B COW (58%)), sedangkan Ethereum Name Service terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 21 Hari dan Ethereum Name Service selama 31 Hari.
| COW | ENS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,05T | Rp3,05T |
Volume (24h) | Rp41,18M | Rp116,57M |
Suplai yang Beredar | 575,6M / 1B COW (58%) | 42M ENS |
Typical Hold Time | 21 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →Ethereum Name Service adalah sistem penamaan terdistribusi, terbuka, dan dapat diperluas yang berbasis di blockchain Ethereum. ENS adalah token tata kelola yang digunakan untuk mengatur protokol dan memengaruhi keputusan dalam menentukan harga address .eth dan price oracle. Pemilik token juga bisa mendelegasikan token mereka ke DAO untuk pemungutan suara.
Selengkapnya di halaman ENS →