Perbedaan CoW Protocol dan DIA: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.490 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M), sedangkan DIA diperdagangkan di Rp1.850 (kapitalisasi pasar Rp220,25M, volume 24 jam Rp21,45M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 6,5× kapitalisasi pasar DIA, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 119,7M / 200M DIA (60%) milik DIA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan DIA selama 25 Hari.
| COW | DIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp220,25M |
Volume (24h) | Rp52,52M | Rp21,45M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 119,7M / 200M DIA (60%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →