Perbedaan CoW Protocol dan DeFi: CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.499 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp53,04M), sedangkan DeFi diperdagangkan di Rp13,17 (kapitalisasi pasar Rp19,87M, volume 24 jam Rp6,62M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol jauh lebih besar — sekitar 72,5× kapitalisasi pasar DeFi, dan suplai beredar CoW Protocol 578,4M / 1B COW (58%) dibanding 1,7B / 3B DEFI (59%) milik DeFi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CoW Protocol selama 20 Hari dan DeFi selama 7 Hari.
| COW | DEFI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,44T | Rp19,87M |
Volume (24h) | Rp53,04M | Rp6,62M |
Suplai yang Beredar | 578,4M / 1B COW (58%) | 1,7B / 3B DEFI (59%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →DeFi adalah antivirus Web3 sekaligus aplikasi SocialFi yang telah melindungi pengguna dari penipuan dan aktor jahat sejak diluncurkan pada Juli 2020. Pada 2023, platform ini memiliki lebih dari 5 juta pengguna dan melacak $25 miliar dana pengguna. DeFi Antivirus telah mengamankan lebih dari $1,2 miliar dari potensi kerugian, sambil menyediakan solusi pelacakan portofolio dan keamanan terdepan.
Selengkapnya di halaman DEFI →