Perbedaan COTI dan Taiko: COTI diperdagangkan di Rp140,37 (kapitalisasi pasar Rp411,87M, volume 24 jam Rp38,68M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.497 (kapitalisasi pasar Rp299,87M, volume 24 jam Rp118,36M). Perbedaan utamanya: COTI lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar COTI 2,9B / 4,9B COTI (60%) dibanding 201,8M / 1B TAIKO (21%) milik Taiko. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan COTI selama 120 Hari dan Taiko selama 5 Hari.
| COTI | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp411,87M | Rp299,87M |
Volume (24h) | Rp38,68M | Rp118,36M |
Suplai yang Beredar | 2,9B / 4,9B COTI (60%) | 201,8M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 120 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
COTI memasarkan dirinya sebagai platform fintech pertama di level enterprise yang memberdayakan organisasi untuk membangun solusi pembayaran mereka sendiri serta mendigitasian mata uang untuk menghemat waktu dan biaya. Ini adalah salah satu protokol blockchain pertama di dunia yang dioptimalkan untuk pembayaran terdesentralisasi dan dirancang untuk digunakan oleh pedagang, pemerintah, pembayaran DApps, dan penerbit stablecoin.
Selengkapnya di halaman COTI →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →