Perbedaan COTI dan IOTA: COTI diperdagangkan di Rp141,26 (kapitalisasi pasar Rp415,73M, volume 24 jam Rp39,37M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp667,47 (kapitalisasi pasar Rp3,05T, volume 24 jam Rp133,01M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 7,3× kapitalisasi pasar COTI, dan suplai COTI dibatasi (2,9B / 4,9B COTI (60%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan COTI selama 120 Hari dan IOTA selama 48 Hari.
| COTI | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp415,73M | Rp3,05T |
Volume (24h) | Rp39,37M | Rp133,01M |
Suplai yang Beredar | 2,9B / 4,9B COTI (60%) | 4,5B MIOTA |
Typical Hold Time | 120 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
COTI memasarkan dirinya sebagai platform fintech pertama di level enterprise yang memberdayakan organisasi untuk membangun solusi pembayaran mereka sendiri serta mendigitasian mata uang untuk menghemat waktu dan biaya. Ini adalah salah satu protokol blockchain pertama di dunia yang dioptimalkan untuk pembayaran terdesentralisasi dan dirancang untuk digunakan oleh pedagang, pemerintah, pembayaran DApps, dan penerbit stablecoin.
Selengkapnya di halaman COTI →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →