Perbedaan COTI dan Haedal Protocol: COTI diperdagangkan di Rp141,09 (kapitalisasi pasar Rp411,87M, volume 24 jam Rp38,68M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp289,6 (kapitalisasi pasar Rp131,06M, volume 24 jam Rp28,19M). Perbedaan utamanya: COTI jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar COTI 2,9B / 4,9B COTI (60%) dibanding 454,2M / 1B HAEDAL (46%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan COTI selama 120 Hari dan Haedal Protocol selama 14 Hari.
| COTI | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp411,87M | Rp131,06M |
Volume (24h) | Rp38,68M | Rp28,19M |
Suplai yang Beredar | 2,9B / 4,9B COTI (60%) | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) |
Typical Hold Time | 120 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
COTI memasarkan dirinya sebagai platform fintech pertama di level enterprise yang memberdayakan organisasi untuk membangun solusi pembayaran mereka sendiri serta mendigitasian mata uang untuk menghemat waktu dan biaya. Ini adalah salah satu protokol blockchain pertama di dunia yang dioptimalkan untuk pembayaran terdesentralisasi dan dirancang untuk digunakan oleh pedagang, pemerintah, pembayaran DApps, dan penerbit stablecoin.
Selengkapnya di halaman COTI →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →