Perbedaan COTI dan GMX: COTI diperdagangkan di Rp141,07 (kapitalisasi pasar Rp411,87M, volume 24 jam Rp38,68M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp101.644 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp48,44M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar COTI, dan suplai beredar COTI 2,9B / 4,9B COTI (60%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan COTI selama 120 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| COTI | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp411,87M | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp38,68M | Rp48,44M |
Suplai yang Beredar | 2,9B / 4,9B COTI (60%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 120 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
COTI memasarkan dirinya sebagai platform fintech pertama di level enterprise yang memberdayakan organisasi untuk membangun solusi pembayaran mereka sendiri serta mendigitasian mata uang untuk menghemat waktu dan biaya. Ini adalah salah satu protokol blockchain pertama di dunia yang dioptimalkan untuk pembayaran terdesentralisasi dan dirancang untuk digunakan oleh pedagang, pemerintah, pembayaran DApps, dan penerbit stablecoin.
Selengkapnya di halaman COTI →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →