Perbedaan CORN dan 0x Protocol: CORN diperdagangkan di Rp429,18 (kapitalisasi pasar Rp224,45M, volume 24 jam Rp71,45M), sedangkan 0x Protocol diperdagangkan di Rp1.551 (kapitalisasi pasar Rp1,31T, volume 24 jam Rp70,35M). Perbedaan utamanya: 0x Protocol jauh lebih besar — sekitar 5,8× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai beredar CORN 525M / 2,1B CORN (25%) dibanding 848,4M / 1B ZRX (85%) milik 0x Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan 0x Protocol selama 135 Hari.
| CORN | ZRX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp224,45M | Rp1,31T |
Volume (24h) | Rp71,45M | Rp70,35M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 848,4M / 1B ZRX (85%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 135 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →0x adalah protokol infrastruktur yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berdagang token ERC20 dan aset lainnya di blockchain Ethereum tanpa bergantung pada perantara terpusat seperti bursa cryptocurrency tradisional. Kasus penggunaan untuk protokol 0x mencakup: pasar bergaya eBay untuk barang dan layanan digital, trading desk OTC, fungsi pertukaran untuk protokol DeFi dan pertukaran desentralisasi biasa.
Selengkapnya di halaman ZRX →