Perbedaan CORN dan Walrus: CORN diperdagangkan di Rp453,09 (kapitalisasi pasar Rp237,84M, volume 24 jam Rp53,01M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp377,9 (kapitalisasi pasar Rp951,35M, volume 24 jam Rp109,33M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai beredar CORN 525M / 2,1B CORN (25%) dibanding 2,5B / 5B WAL (51%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Walrus selama 24 Hari.
| CORN | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp237,84M | Rp951,35M |
Volume (24h) | Rp53,01M | Rp109,33M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 2,5B / 5B WAL (51%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →