Perbedaan CORN dan UMA: CORN diperdagangkan di Rp453,47 (kapitalisasi pasar Rp237,79M, volume 24 jam Rp54,52M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp5.936 (kapitalisasi pasar Rp530M, volume 24 jam Rp33,82M). Perbedaan utamanya: UMA jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai CORN dibatasi (525M / 2,1B CORN (25%)), sedangkan UMA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan UMA selama 72 Hari.
| CORN | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp237,79M | Rp530M |
Volume (24h) | Rp54,52M | Rp33,82M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 90,6M UMA |
Typical Hold Time | 8 Hari | 72 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →