Perbedaan CORN dan Tellor: CORN diperdagangkan di Rp428,98 (kapitalisasi pasar Rp224,74M, volume 24 jam Rp71,63M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp270.746 (kapitalisasi pasar Rp755,51M, volume 24 jam Rp122,93M). Perbedaan utamanya: Tellor jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai CORN dibatasi (525M / 2,1B CORN (25%)), sedangkan Tellor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| CORN | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp224,74M | Rp755,51M |
Volume (24h) | Rp71,63M | Rp122,93M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 8 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →