Perbedaan CORN dan Raydium: CORN diperdagangkan di Rp453,45 (kapitalisasi pasar Rp237,49M, volume 24 jam Rp53,8M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp11.419 (kapitalisasi pasar Rp3,05T, volume 24 jam Rp118,3M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 12,8× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai beredar CORN 525M / 2,1B CORN (25%) dibanding 269,5M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Raydium selama 25 Hari.
| CORN | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp237,49M | Rp3,05T |
Volume (24h) | Rp53,8M | Rp118,3M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 269,5M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →