Perbedaan CORN dan Parcl: CORN diperdagangkan di Rp453,53 (kapitalisasi pasar Rp237,75M, volume 24 jam Rp55,32M), sedangkan Parcl diperdagangkan di Rp90,49 (kapitalisasi pasar Rp37,31M, volume 24 jam Rp3,82M). Perbedaan utamanya: CORN jauh lebih besar — sekitar 6,4× kapitalisasi pasar Parcl, dan suplai beredar CORN 525M / 2,1B CORN (25%) dibanding 412,3M / 1B PRCL (42%) milik Parcl. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Parcl selama 16 Hari.
| CORN | PRCL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp237,75M | Rp37,31M |
Volume (24h) | Rp55,32M | Rp3,82M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 412,3M / 1B PRCL (42%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Ekosistem Parcl—terdiri dari Parcl, Parcl Labs, dan Parcl Limited—mengembangkan dan mengelola Parcl Protocol, sebuah platform desentralisasi yang memungkinkan pengguna mengambil posisi long atau short pada harga properti dunia nyata. Dengan memanfaatkan data properti kelas dunia dari Parcl Labs, Parcl bertujuan menciptakan pasar likuid untuk kelas aset terbesar di dunia. Token PRCL menjadi penggerak ekosistem, memberikan hak tata kelola, akses ke data dan analitik Parcl Labs, serta insentif jaringan.
Selengkapnya di halaman PRCL →