Perbedaan CORN dan Nomina: CORN diperdagangkan di Rp456,3 (kapitalisasi pasar Rp239,37M, volume 24 jam Rp53,42M), sedangkan Nomina diperdagangkan di Rp28,22 (kapitalisasi pasar Rp82,02M, volume 24 jam Rp59,28M). Perbedaan utamanya: CORN jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Nomina, dan suplai beredar CORN 525M / 2,1B CORN (25%) dibanding 2,9B / 7,5B NOM (39%) milik Nomina. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Nomina selama 22 Hari.
| CORN | NOM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp239,37M | Rp82,02M |
Volume (24h) | Rp53,42M | Rp59,28M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 2,9B / 7,5B NOM (39%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Nomina is a rebranded DeFi platform designed to simplify advanced trading strategies and cross-exchange operations in perpetual futures markets. Evolving from Omni Network through a 1:75 token swap, Nomina streamlines complex DeFi trading with automation and unified tools. Built for experienced traders, it enhances efficiency and accessibility across decentralized exchanges, offering a more seamless and intelligent trading experience.
Selengkapnya di halaman NOM →