Perbedaan CORN dan Mantle Staked Ether: CORN diperdagangkan di Rp453,7 (kapitalisasi pasar Rp237,79M, volume 24 jam Rp54,52M), sedangkan Mantle Staked Ether diperdagangkan di Rp36.903.980 (kapitalisasi pasar Rp8,04T, volume 24 jam Rp1,8M). Perbedaan utamanya: Mantle Staked Ether jauh lebih besar — sekitar 33,8× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai CORN dibatasi (525M / 2,1B CORN (25%)), sedangkan Mantle Staked Ether terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Mantle Staked Ether selama 26 Hari.
| CORN | METH | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp237,79M | Rp8,04T |
Volume (24h) | Rp54,52M | Rp1,8M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 216,6K METH |
Typical Hold Time | 8 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Mantle LSP adalah protokol liquid staking ETH tanpa izin dan tanpa kustodian di Ethereum L1 yang dikelola oleh Mantle. Protokol ini menggabungkan desain modern dengan manajemen risiko yang kuat serta memanfaatkan ekosistem Mantle untuk memberikan yield tinggi.
Selengkapnya di halaman METH →