Perbedaan CORN dan Solayer: CORN diperdagangkan di Rp428,7 (kapitalisasi pasar Rp224,74M, volume 24 jam Rp71,63M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.172 (kapitalisasi pasar Rp545,89M, volume 24 jam Rp195,72M). Perbedaan utamanya: Solayer jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai CORN dibatasi (525M / 2,1B CORN (25%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Solayer selama 33 Hari.
| CORN | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp224,74M | Rp545,89M |
Volume (24h) | Rp71,63M | Rp195,72M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 466,1M LAYER |
Typical Hold Time | 8 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →