Perbedaan CORN dan Hashflow: CORN diperdagangkan di Rp456,03 (kapitalisasi pasar Rp239,37M, volume 24 jam Rp53,42M), sedangkan Hashflow diperdagangkan di Rp156,9 (kapitalisasi pasar Rp337,99M, volume 24 jam Rp1,67T). Perbedaan utamanya: Hashflow lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai CORN dibatasi (525M / 2,1B CORN (25%)), sedangkan Hashflow terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Hashflow selama 35 Hari.
| CORN | HFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp239,37M | Rp337,99M |
Volume (24h) | Rp53,42M | Rp1,67T |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 873,1M HFT |
Typical Hold Time | 8 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →