Perbedaan CORN dan Gram: CORN diperdagangkan di Rp456,28 (kapitalisasi pasar Rp239,37M, volume 24 jam Rp53,42M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp24.166 (kapitalisasi pasar Rp66,59T, volume 24 jam Rp741,04M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 278,2× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai CORN dibatasi (525M / 2,1B CORN (25%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Gram selama 6 Hari.
| CORN | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp239,37M | Rp66,59T |
Volume (24h) | Rp53,42M | Rp741,04M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 2,8B GRAM |
Typical Hold Time | 8 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →