Perbedaan CORN dan Gains Network: CORN diperdagangkan di Rp428,98 (kapitalisasi pasar Rp224,74M, volume 24 jam Rp71,63M), sedangkan Gains Network diperdagangkan di Rp10.889 (kapitalisasi pasar Rp254,19M, volume 24 jam Rp10,69M). Perbedaan utamanya: CORN dan Gains Network berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai CORN dibatasi (525M / 2,1B CORN (25%)), sedangkan Gains Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Gains Network selama 46 Hari.
| CORN | GNS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp224,74M | Rp254,19M |
Volume (24h) | Rp71,63M | Rp10,69M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 23,4M GNS |
Typical Hold Time | 8 Hari | 46 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Gains Network mengembangkan gTrade, platform trading leverage terdesentralisasi yang liquid dan efisien, kuat, serta ramah pengguna. Protokol ini berfokus pada ekosistem token utilitas ERC20 (GNS) dan ERC721 (NFT). Gains Network merupakan DAO dengan token $GNS yang bertujuan untuk menciptakan produk DeFi yang pendapatannya dapat didistribusikan melalui staking pool $GNS.
Selengkapnya di halaman GNS →