Perbedaan CORN dan Genius Terminal: CORN diperdagangkan di Rp456,12 (kapitalisasi pasar Rp238,71M, volume 24 jam Rp53,58M), sedangkan Genius Terminal diperdagangkan di Rp6.758 (kapitalisasi pasar Rp2,29T, volume 24 jam Rp216,59M). Perbedaan utamanya: Genius Terminal jauh lebih besar — sekitar 9,6× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai beredar CORN 525M / 2,1B CORN (25%) dibanding 335,4M / 1B GENIUS (34%) milik Genius Terminal. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Genius Terminal selama 5 Hari.
| CORN | GENIUS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp238,71M | Rp2,29T |
Volume (24h) | Rp53,58M | Rp216,59M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 335,4M / 1B GENIUS (34%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →GENIUS adalah aset native dari Genius Terminal, platform yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu pengguna melakukan riset, analisis, dan memahami pasar crypto. Ekosistem ini menyediakan alat untuk intelijen pasar, penemuan proyek, dan analisis informasi guna mempermudah interaksi pengguna dengan data aset digital.
Selengkapnya di halaman GENIUS →