Perbedaan CORN dan Epic Chain: CORN diperdagangkan di Rp453,55 (kapitalisasi pasar Rp238,09M, volume 24 jam Rp56,41M), sedangkan Epic Chain diperdagangkan di Rp6.210 (kapitalisasi pasar Rp211,73M, volume 24 jam Rp330,65M). Perbedaan utamanya: CORN dan Epic Chain berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar CORN 525M / 2,1B CORN (25%) dibanding 33,6M / 33,6M EPIC (100%) milik Epic Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Epic Chain selama 9 Hari.
| CORN | EPIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp238,09M | Rp211,73M |
Volume (24h) | Rp56,41M | Rp330,65M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 33,6M / 33,6M EPIC (100%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Epic Chain (EPIC), penerus Ethernity Chain (ERN), disetujui oleh 97,1% komunitas dan kini beroperasi sebagai blockchain ETH Layer 2. Berfokus pada Aset Dunia Nyata (RWA) dan hiburan, platform ini mengintegrasikan keamanan berbasis AI, DRM, dan teknologi Web3. Dengan pasar hiburan diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada 2030, Epic Chain memungkinkan merek global membawa franchise mereka ke blockchain, termasuk tokoh ikonik seperti Messi, Shaq, dan Muhammad Ali. Kini, Epic memperluas jangkauannya ke franchise hiburan terkemuka dengan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih baik.
Selengkapnya di halaman EPIC →