Perbedaan CORN dan Cronos: CORN diperdagangkan di Rp452,91 (kapitalisasi pasar Rp237,84M, volume 24 jam Rp53,01M), sedangkan Cronos diperdagangkan di Rp834,36 (kapitalisasi pasar Rp39,52T, volume 24 jam Rp83,06M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 166,2× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai beredar CORN 525M / 2,1B CORN (25%) dibanding 47,3B / 100B CRO (48%) milik Cronos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Cronos selama 13 Hari.
| CORN | CRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp237,84M | Rp39,52T |
Volume (24h) | Rp53,01M | Rp83,06M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 47,3B / 100B CRO (48%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →