Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan CORN dan Cronos: CORN diperdagangkan di Rp428,03 (kapitalisasi pasar Rp225,19M, volume 24 jam Rp72,39M), sedangkan Cronos diperdagangkan di Rp992,59 (kapitalisasi pasar Rp45,7T, volume 24 jam Rp103,68M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 202,9× kapitalisasi pasar CORN, dan suplai beredar CORN 525M / 2,1B CORN (25%) dibanding 46,1B / 100B CRO (47%) milik Cronos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CORN selama 8 Hari dan Cronos selama 12 Hari.
| CORN | CRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp225,19M | Rp45,7T |
Volume (24h) | Rp72,39M | Rp103,68M |
Suplai yang Beredar | 525M / 2,1B CORN (25%) | 46,1B / 100B CRO (47%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 12 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token CORN saat ini diperdagangkan pada Rp429,25 dengan sinyal teknis bearish yang kuat, ditunjukkan oleh moving averages yang seluruhnya bearish. Market cap mencapai Rp225,38 juta dengan supply yang beredar hanya 25% dari total maksimum 2,1 juta token. Harga berada di bawah pivot point Rp457, mendekati support S1 di Rp373, mencerminkan tekanan jual yang dominan dalam jangka pendek.
Outlook keseluruhan bearish dengan risiko tinggi karena indikator teknis dan volume terbatas. Peluang terbatas pada rebound dari support kuat, namun investor harus waspada terhadap volatilitas tinggi dan likuiditas rendah. Risiko utama termasuk penurunan lebih lanjut jika support kunci tidak bertahan.
Cronos (CRO) saat ini diperdagangkan di Rp1.007 dengan kapitalisasi pasar Rp46,47 triliun. Sinyal teknis secara keseluruhan bearish dengan tekanan jual dominan pada moving average, sementara osilator netral. Token ini memiliki supply sirkulasi 46,1 juta dari maksimum 100 juta CRO dengan rata-rata hold time 12 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.
Outlook jangka pendek cenderung bearish dengan risiko penurunan menuju support Rp999. Peluang rebound terbatas di resistance Rp1.025. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi, tekanan jual teknis yang kuat, dan ketidakpastian regulasi crypto secara global.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →