Perbedaan Core dan Tezos: Core diperdagangkan di Rp338,22 (kapitalisasi pasar Rp420,92M, volume 24 jam Rp56,87M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp3.509 (kapitalisasi pasar Rp3,85T, volume 24 jam Rp82,77M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 9,1× kapitalisasi pasar Core, dan suplai Core dibatasi (1,2B / 2,1B CORE (60%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 39 Hari dan Tezos selama 98 Hari.
| CORE | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp420,92M | Rp3,85T |
Volume (24h) | Rp56,87M | Rp82,77M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 39 Hari | 98 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Aset CORE saat ini diperdagangkan di zona support kritis Rp339 dengan sinyal teknis bearish dari moving averages, meskipun RSI menunjukkan kondisi netral. Harga saat ini Rp337,06 berada dekat support S1, dengan market cap Rp421,7 juta dan sirkulasi token 60%. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir.
Outlook keseluruhan cenderung hati-hati dengan tekanan jual dominan. Peluang utama terletak pada rebound dari support kuat di Rp317 jika momentum beli muncul, namun risiko tinggi volatilitas dan likuiditas terbatas (volume rendah) perlu diwaspadai. Investor harus memantau pergerakan harga di sekitar level kunci S1 dan R1 untuk konfirmasi arah selanjutnya.
Tezos (XTZ) saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp3.440, di bawah pivot point Rp3.549. Sinyal teknis mayoritas bearish (16 sell vs 3 buy) menunjukkan tekanan jual yang kuat, meskipun osilator netral. RSI_12 di 20.86 memberikan sinyal oversold yang berpotensi rebound. Tidak ada update protokol besar-besaran yang dilaporkan dalam beberapa minggu terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko dominan. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level oversold, sementara risiko termasuk tekanan jual berkelanjutan dan volatilitas tinggi. Investor harus memantau ketat level support kritis di Rp3.327 dan perkembangan ekosistem Tezos.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →