Perbedaan Core dan Tether USDT: Core diperdagangkan di Rp441,38 (kapitalisasi pasar Rp547,14M, volume 24 jam Rp65,26M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp18.088 (kapitalisasi pasar Rp3.323,28T, volume 24 jam Rp863,7T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 6073,9× kapitalisasi pasar Core, dan suplai Core dibatasi (1,2B / 2,1B CORE (60%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 37 Hari dan Tether USDT selama 80 Hari.
| CORE | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp547,14M | Rp3.323,28T |
Volume (24h) | Rp65,26M | Rp863,7T |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 184,3B USDT |
Typical Hold Time | 37 Hari | 80 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →