Perbedaan Core dan Turtle: Core diperdagangkan di Rp342,08 (kapitalisasi pasar Rp426,2M, volume 24 jam Rp48,79M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp771,56 (kapitalisasi pasar Rp120,55M, volume 24 jam Rp18,26M). Perbedaan utamanya: Core jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Core 1,2B / 2,1B CORE (60%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 39 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| CORE | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp426,2M | Rp120,55M |
Volume (24h) | Rp48,79M | Rp18,26M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 39 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →