Perbedaan Core dan SuperVerse: Core diperdagangkan di Rp336,11 (kapitalisasi pasar Rp421,7M, volume 24 jam Rp48,87M), sedangkan SuperVerse diperdagangkan di Rp1.493 (kapitalisasi pasar Rp969,6M, volume 24 jam Rp46,61M). Perbedaan utamanya: SuperVerse jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Core, dan suplai beredar Core 1,2B / 2,1B CORE (60%) dibanding 640,2M / 1.000M SUPER (65%) milik SuperVerse. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 39 Hari dan SuperVerse selama 28 Hari.
| CORE | SUPER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp421,7M | Rp969,6M |
Volume (24h) | Rp48,87M | Rp46,61M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 640,2M / 1.000M SUPER (65%) |
Typical Hold Time | 39 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →SuperVerse adalah protokol keuangan terdesentralisasi cross-chain (DeFi) yang dibangun untuk memfasilitasi peluncuran non-fungible token (NFT) baru tanpa diperlukan pemrograman. Pasar dan seperangkat alat inovatif memungkinkan proyek apa pun untuk menerapkan farming dengan aturannya sendiri. Token SUPER memberi pengguna akses ke berbagai peluang di dunia kripto melalui SUPERVERSE, Partner Video Games, dan drop NFT yang sering terjadi.
Selengkapnya di halaman SUPER →