Perbedaan Core dan STBL: Core diperdagangkan di Rp443,81 (kapitalisasi pasar Rp547,14M, volume 24 jam Rp65,26M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp417,95 (kapitalisasi pasar Rp290,99M, volume 24 jam Rp40,47M). Perbedaan utamanya: Core lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Core 1,2B / 2,1B CORE (60%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 37 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| CORE | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp547,14M | Rp290,99M |
Volume (24h) | Rp65,26M | Rp40,47M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →