Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Core dan Raydium: Core diperdagangkan di Rp444,43 (kapitalisasi pasar Rp551,7M, volume 24 jam Rp64,2M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.249 (kapitalisasi pasar Rp3,29T, volume 24 jam Rp168,2M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 6× kapitalisasi pasar Core, dan suplai beredar Core 1,2B / 2,1B CORE (60%) dibanding 269,3M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 37 Hari dan Raydium selama 24 Hari.
| CORE | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp551,7M | Rp3,29T |
Volume (24h) | Rp64,2M | Rp168,2M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 269,3M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 24 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
CORE saat ini diperdagangkan di Rp454,97 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan rata-rata bergerak, meskipun osilator netral. Token ini memiliki kapitalisasi pasar Rp566,63 juta dengan 60% suplai beredar. Tidak ada pembaruan protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan yang dilaporkan dalam berita terkini.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jangka pendek dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada potensi rebound dari level support, namun investor harus waspada terhadap likuiditas rendah dan sentimen pasar kripto yang berhati-hati. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi dan tekanan jual berkelanjutan.
RAY saat ini diperdagangkan pada Rp12.205 dengan sinyal teknis bullish dari moving averages, meskipun osilator netral. Token ini memiliki market cap Rp3,32T dengan supply beredar 49%. Berita positif termasuk pencapaian volume perdagangan lebih dari Rp1 kuadriliun dan listing di platform besar seperti Robinhood dan Revolut, menunjukkan adopsi yang meningkat. Harga saat ini berada di antara support S1 (Rp12.272) dan pivot point (Rp12.529), mengindikasikan konsolidasi jangka pendek.
Outlook keseluruhan positif dengan momentum teknis bullish dan ekspansi ekosistem melalui listing exchange utama. Peluang utama meliputi peningkatan likuiditas dan adopsi token di DeFi Solana. Risiko termasuk volatilitas crypto yang tinggi dan tekanan regulasi yang dapat mempengaruhi sentimen pasar. Investor harus memantau level support kunci untuk konfirmasi tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →