Perbedaan Core dan Raydium: Core diperdagangkan di Rp341,87 (kapitalisasi pasar Rp423,18M, volume 24 jam Rp48,86M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp11.395 (kapitalisasi pasar Rp3,04T, volume 24 jam Rp117,19M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 7,2× kapitalisasi pasar Core, dan suplai beredar Core 1,2B / 2,1B CORE (60%) dibanding 269,5M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 39 Hari dan Raydium selama 25 Hari.
| CORE | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp423,18M | Rp3,04T |
Volume (24h) | Rp48,86M | Rp117,19M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 269,5M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 39 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →