Perbedaan Core dan Polymesh: Core diperdagangkan di Rp339,16 (kapitalisasi pasar Rp425,28M, volume 24 jam Rp48,2M), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp537,59 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: Polymesh lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Core dibatasi (1,2B / 2,1B CORE (60%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 39 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| CORE | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp425,28M | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp48,2M | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 39 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →