Perbedaan Core dan Ordinals: Core diperdagangkan di Rp440,12 (kapitalisasi pasar Rp546,48M, volume 24 jam Rp64,48M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp64.696 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp274,95M). Perbedaan utamanya: Ordinals jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Core, dan suplai beredar Core 1,2B / 2,1B CORE (60%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 37 Hari dan Ordinals selama 35 Hari.
| CORE | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp546,48M | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp64,48M | Rp274,95M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →