Perbedaan Core dan Origin Protocol: Core diperdagangkan di Rp441,12 (kapitalisasi pasar Rp546,48M, volume 24 jam Rp64,48M), sedangkan Origin Protocol diperdagangkan di Rp308,61 (kapitalisasi pasar Rp207,8M, volume 24 jam Rp580,09M). Perbedaan utamanya: Core jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Origin Protocol, dan suplai beredar Core 1,2B / 2,1B CORE (60%) dibanding 673M / 1,4B OGN (48%) milik Origin Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 37 Hari dan Origin Protocol selama 74 Hari.
| CORE | OGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp546,48M | Rp207,8M |
Volume (24h) | Rp64,48M | Rp580,09M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 673M / 1,4B OGN (48%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 74 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →