Perbedaan Core dan Neo: Core diperdagangkan di Rp441,74 (kapitalisasi pasar Rp546,48M, volume 24 jam Rp64,48M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp34.816 (kapitalisasi pasar Rp2,45T, volume 24 jam Rp77,11M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 4,5× kapitalisasi pasar Core, dan suplai Core dibatasi (1,2B / 2,1B CORE (60%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 37 Hari dan Neo selama 93 Hari.
| CORE | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp546,48M | Rp2,45T |
Volume (24h) | Rp64,48M | Rp77,11M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 37 Hari | 93 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →