Perbedaan Core dan Mina: Core diperdagangkan di Rp443,45 (kapitalisasi pasar Rp547,14M, volume 24 jam Rp65,26M), sedangkan Mina diperdagangkan di Rp784,9 (kapitalisasi pasar Rp1T, volume 24 jam Rp93,85M). Perbedaan utamanya: Mina lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Core dibatasi (1,2B / 2,1B CORE (60%)), sedangkan Mina terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 37 Hari dan Mina selama 61 Hari.
| CORE | MINA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp547,14M | Rp1T |
Volume (24h) | Rp65,26M | Rp93,85M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 1,3B MINA |
Typical Hold Time | 37 Hari | 61 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
CORE saat ini diperdagangkan pada Rp443,53 dengan kapitalisasi pasar Rp547,14 juta, menunjukkan posisi bearish jangka pendek berdasarkan sinyal teknis yang didominasi jual. Token ini memiliki supply terbatas 2,1 juta dengan 60% sudah beredar. Harga berada di zona support kritis dekat S1 (Rp436) setelah mengalami tekanan jual signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko downside menuju support Rp427. Peluang rebound terbatas pada oversold RSI jangka pendek, namun momentum bearish masih kuat. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi, likuiditas terbatas, dan tekanan jual berkelanjutan dari indikator teknis.
Mina saat ini diperdagangkan di Rp784,9 dengan kapitalisasi pasar Rp1 triliun, menunjukkan sinyal teknis bullish secara keseluruhan meskipun rata-rata bergerak masih bearish. Token ini berada di zona pivot (PP=784) dengan support kuat di Rp771 dan resistance di Rp794. RSI 6 periode di 28,41 mengindikasikan kondisi oversold yang berpotensi rebound, sementara ADX menunjukkan tren kuat. Tidak ada perkembangan fundamental signifikan yang dilaporkan baru-baru ini untuk protokol Mina.
Outlook jangka pendek cenderung positif dengan momentum oscillator bullish, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi kripto dan risiko likuiditas mengingat volume perdagangan terbatas. Peluang utama terletak pada potensi breakout di atas resistance Rp794, sementara risiko termasuk tekanan regulator sektor kripto dan sensitivitas terhadap sentimen pasar global.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →Protokol Mina adalah “blockchain ringkas” yang dibuat untuk membatasi persyaratan komputasi agar dapat menjalankan DApps dengan lebih efisien. Mina telah digambarkan sebagai blockchain teringan di dunia karena ukurannya dirancang untuk tetap konstan meskipun ada pertumbuhan dalam penggunaan.
Selengkapnya di halaman MINA →