Perbedaan Core dan Haedal Protocol: Core diperdagangkan di Rp439,86 (kapitalisasi pasar Rp546,48M, volume 24 jam Rp64,48M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp288,84 (kapitalisasi pasar Rp131,06M, volume 24 jam Rp28,19M). Perbedaan utamanya: Core jauh lebih besar — sekitar 4,2× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Core 1,2B / 2,1B CORE (60%) dibanding 454,2M / 1B HAEDAL (46%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 37 Hari dan Haedal Protocol selama 14 Hari.
| CORE | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp546,48M | Rp131,06M |
Volume (24h) | Rp64,48M | Rp28,19M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →