Perbedaan Core dan DeepBook Protocol: Core diperdagangkan di Rp340,47 (kapitalisasi pasar Rp425,28M, volume 24 jam Rp48,2M), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp252,01 (kapitalisasi pasar Rp1,41T, volume 24 jam Rp47,16M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Core, dan suplai beredar Core 1,2B / 2,1B CORE (60%) dibanding 5,6B / 10B DEEP (57%) milik DeepBook Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 39 Hari dan DeepBook Protocol selama 14 Hari.
| CORE | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp425,28M | Rp1,41T |
Volume (24h) | Rp48,2M | Rp47,16M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 5,6B / 10B DEEP (57%) |
Typical Hold Time | 39 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →