Perbedaan Core dan CORN: Core diperdagangkan di Rp342,02 (kapitalisasi pasar Rp426,2M, volume 24 jam Rp48,79M), sedangkan CORN diperdagangkan di Rp454,09 (kapitalisasi pasar Rp238,09M, volume 24 jam Rp56,41M). Perbedaan utamanya: Core lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Core 1,2B / 2,1B CORE (60%) dibanding 525M / 2,1B CORN (25%) milik CORN. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Core selama 39 Hari dan CORN selama 8 Hari.
| CORE | CORN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp426,2M | Rp238,09M |
Volume (24h) | Rp48,79M | Rp56,41M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B CORE (60%) | 525M / 2,1B CORN (25%) |
Typical Hold Time | 39 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CORE (Core) adalah blockchain layer 1 yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, blockchain ini mampu menjalankan smart contract Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Core beroperasi menggunakan mekanisme konsensus Satoshi Plus, yang menjamin keamanan jaringan melalui kombinasi hash penambangan Bitcoin yang didelegasikan dan Proof-of-Stake (DPoS) yang didelegasikan. Protokol ini didukung oleh token asli bernama CORE.
Selengkapnya di halaman CORE →Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →