Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO-W) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk diperdagangkan di Rp30 (kapitalisasi pasar 10,68 M, volume 24 jam 1,49 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 21,12 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 91,7× kapitalisasi pasar Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk, dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (21,12 jt vs 1,49 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

COCO-WSQMI
Kapitalisasi Pasar
10,68 M978,87 M
Volume
1,49 jt21,12 jt
Lot
14,91 rb211,22 rb
Perputaran
43,68 jt1,32 M
Harga Rata-rata
29,362,72
Nilai Transaksi
43,68 jt1,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3062
Volume Ekuilibrium Indikatif
3571,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

SQMI
Lihat detail

Tentang Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (“the Entity”) was established based on the Notarial Deed No. 08 dated February 15, 2006 of Risdiyani Tandi, S.H., notary in Bandung, which was amended by Notarial Deed No. 36 of the same notary dated January 18, 2011.

Selengkapnya di halaman COCO-W

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI