Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO-W) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara TbkTrading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk diperdagangkan di Rp29 (kapitalisasi pasar 10,68 M, volume 24 jam 933,4 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp129 (kapitalisasi pasar 2,11 T, volume 24 jam 534,5 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 197,6× kapitalisasi pasar Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk, dan Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk lebih aktif diperdagangkan (933,4 rb vs 534,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

COCO-WJAWA
Kapitalisasi Pasar
10,68 M2,11 T
Volume
933,4 rb534,5 rb
Lot
9,33 rb5,35 rb
Perputaran
27,46 jt69,53 jt
Harga Rata-rata
29,42130,09
Nilai Transaksi
27,46 jt69,53 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
131
Volume Ekuilibrium Indikatif
1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JAWA
Lihat detail

Tentang Waran Seri II Wahana Interfood Nusantara Tbk

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (“the Entity”) was established based on the Notarial Deed No. 08 dated February 15, 2006 of Risdiyani Tandi, S.H., notary in Bandung, which was amended by Notarial Deed No. 36 of the same notary dated January 18, 2011.

Selengkapnya di halaman COCO-W

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA