Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Wahana Interfood Nusantara Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Wahana Interfood Nusantara Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Wahana Interfood Nusantara Tbk. diperdagangkan di Rp102 (kapitalisasi pasar 1,44 T, volume 24 jam 176,31 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp63 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 18,85 jt). Perbedaan utamanya: Wahana Interfood Nusantara Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Wahana Interfood Nusantara Tbk. lebih aktif diperdagangkan (176,31 jt vs 18,85 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

COCOSQMI
Kapitalisasi Pasar
1,44 T978,87 M
Volume
176,31 jt18,85 jt
Lot
1,76 jt188,48 rb
Perputaran
17,88 M1,15 M
Harga Rata-rata
101,4161,04
Nilai Transaksi
17,88 M1,15 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
10263
Volume Ekuilibrium Indikatif
47,89 rb1,74 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

COCO
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Wahana Interfood Nusantara Tbk.

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (“the Entity”) was established based on the Notarial Deed No. 08 dated February 15, 2006 of Risdiyani Tandi, S.H., notary in Bandung, which was amended by Notarial Deed No. 36 of the same notary dated January 18, 2011.

Selengkapnya di halaman COCO

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI