Perbedaan Manchester City Fan Token dan Mask Network: Manchester City Fan Token diperdagangkan di Rp7.000 (kapitalisasi pasar Rp95,6M, volume 24 jam Rp27,42M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp7.144 (kapitalisasi pasar Rp713,05M, volume 24 jam Rp183,02M). Perbedaan utamanya: Mask Network jauh lebih besar — sekitar 7,5× kapitalisasi pasar Manchester City Fan Token, dan suplai beredar Manchester City Fan Token 13,7M / 19,7M CITY (70%) dibanding 100M / 100M MASK (100%) milik Mask Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Manchester City Fan Token selama 56 Hari dan Mask Network selama 22 Hari.
| CITY | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp95,6M | Rp713,05M |
Volume (24h) | Rp27,42M | Rp183,02M |
Suplai yang Beredar | 13,7M / 19,7M CITY (70%) | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 56 Hari | 22 Hari |
CITY adalah fan token dari Socios.com. Token ini menandakan kepemilikan atas hak voting dan memberikan akses khusus klub kepada penggemar atas reward dan experience. Pemegang token dapat memengaruhi pesan yang tercantum pada armband kapten, mengunjungi area pemain di stadion, atau mendapatkan hak untuk menonton pertandingan di zona VIP dan mendapat diskon untuk merchandise klub. Penggemar dapat memperoleh token yang mewakili saham dari tata kelola klub.
Selengkapnya di halaman CITY →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →