Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) vs Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)

Cita Mineral Investindo Tbk.Trading
Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Cita Mineral Investindo Tbk. dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.: Cita Mineral Investindo Tbk. diperdagangkan di Rp3.150 (kapitalisasi pasar 12,4 T, volume 24 jam 39,7 rb), sedangkan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp163 (kapitalisasi pasar 294,6 M, volume 24 jam 1,22 jt). Perbedaan utamanya: Cita Mineral Investindo Tbk. jauh lebih besar — sekitar 42,1× kapitalisasi pasar Cahayasakti Investindo Sukses Tbk., dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,22 jt vs 39,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

CITACSIS
Kapitalisasi Pasar
12,4 T294,6 M
Volume
39,7 rb1,22 jt
Lot
39712,24 rb
Perputaran
125,19 jt199,03 jt
Harga Rata-rata
3.153,35162,68
Nilai Transaksi
125,19 jt199,03 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
163
Volume Ekuilibrium Indikatif
186

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

CITA
Lihat detail
CSIS
Lihat detail

Tentang Cita Mineral Investindo Tbk.

PT Cita Mineral Investindo Tbk based in Tanggerang established formerly under the name PT. Cipta Panelutama on June 27th 1992. Conduct in furniture manufacturing industry both production & marketing. Start the business in furniture panel production which made by particle board & medium density fibreboard to export to Euro and Arabic market. Type of product such as TV, Audio-Video Cable Cabinet, CD Holder, Computer Workstation & Home Entertainment Center.

Selengkapnya di halaman CITA

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS