Perbedaan Chromia dan Zora: Chromia diperdagangkan di Rp266,26 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Zora diperdagangkan di Rp122,29 (kapitalisasi pasar Rp541,39M, volume 24 jam Rp200,25M). Perbedaan utamanya: Zora jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 4,5B / 10B ZORA (45%) milik Zora. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Zora selama 13 Hari.
| CHR | ZORA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp541,39M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp200,25M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 4,5B / 10B ZORA (45%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Zora adalah protokol media desentralisasi dan pasar NFT yang dibangun di atas Ethereum Layer 2 menggunakan OP Stack. Platform ini memungkinkan kreator untuk mencetak, menjual, dan menampilkan NFT secara langsung di blockchain, menawarkan platform terbuka dan transparan untuk konten digital. Zora bertujuan memberdayakan kreator dengan menyediakan alat untuk monetisasi dan keterlibatan komunitas, membuka era baru media on-chain.
Selengkapnya di halaman ZORA →