Perbedaan Chromia dan ZETA: Chromia diperdagangkan di Rp265,73 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan ZETA diperdagangkan di Rp178,79 (kapitalisasi pasar Rp34,62M, volume 24 jam Rp6,54M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 7,4× kapitalisasi pasar ZETA, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 187,8M / 1B ZEX (19%) milik ZETA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan ZETA selama 8 Hari.
| CHR | ZEX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp34,62M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp6,54M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 187,8M / 1B ZEX (19%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Zeta Markets mengembangkan DEX (decentralized exchange) kontrak perpetual tercepat, termudah, dan teraman di pasaran. Memanfaatkan skalabilitas tinggi dari blockchain Solana, Zeta menawarkan performa setara bursa terpusat (CEX) sambil mempertahankan sifat self-custodial dan transparansi DEX. ZEX adalah token tata kelola platform Zeta, memberi pemegangnya hak suara dan bagian dari insentif trading serta staking, selaras dengan kepentingan jangka panjang komunitas.
Selengkapnya di halaman ZEX →