Perbedaan Chromia dan ZeroLend: Chromia diperdagangkan di Rp240,96 (kapitalisasi pasar Rp234,57M, volume 24 jam Rp16,32M), sedangkan ZeroLend diperdagangkan di Rp0,1389 (kapitalisasi pasar Rp9,92M, volume 24 jam Rp2,19M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 23,6× kapitalisasi pasar ZeroLend, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 54,9B / 100B ZERO (55%) milik ZeroLend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan ZeroLend selama 27 Hari.
| CHR | ZERO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp234,57M | Rp9,92M |
Volume (24h) | Rp16,32M | Rp2,19M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 54,9B / 100B ZERO (55%) |
Typical Hold Time | 51 Hari | 27 Hari |
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →ZeroLend adalah platform pinjam-meminjam aset digital terdesentralisasi yang mengubah lanskap peminjaman dan peminjaman aset digital. Beroperasi di berbagai chain, termasuk zkSync dan Manta Network, ZeroLend memanfaatkan protokol Layer 2 untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi. Token tata kelola dan utilitas asli platform, ZERO, memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam tata kelola dan staking.
Selengkapnya di halaman ZERO →