Perbedaan Chromia dan Onyxcoin: Chromia diperdagangkan di Rp237,68 (kapitalisasi pasar Rp233,77M, volume 24 jam Rp11,02M), sedangkan Onyxcoin diperdagangkan di Rp53,53 (kapitalisasi pasar Rp2,08T, volume 24 jam Rp49,93M). Perbedaan utamanya: Onyxcoin jauh lebih besar — sekitar 8,9× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Onyxcoin dibatasi (39,1B / 68,9B XCN (57%)), sedangkan Chromia terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan Onyxcoin selama 10 Hari.
| CHR | XCN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,77M | Rp2,08T |
Volume (24h) | Rp11,02M | Rp49,93M |
Suplai yang Beredar | 987,4M CHR | 39,1B / 68,9B XCN (57%) |
Typical Hold Time | 51 Hari | 10 Hari |
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Onyxcoin adalah mata uang crypto multifungsi yang mendukung layanan keuangan terdesentralisasi di ekosistem Onyx Protocol. XCN menggabungkan hak tata kelola dengan utilitas transaksi, memungkinkan pengguna melakukan voting dan membayar biaya jaringan. Token ini memiliki mekanisme deflasi untuk mendukung nilai protokol jangka panjang.
Selengkapnya di halaman XCN →