Perbedaan Chromia dan Tether Gold: Chromia diperdagangkan di Rp236,86 (kapitalisasi pasar Rp232,81M, volume 24 jam Rp11,91M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp76.771.185 (kapitalisasi pasar Rp47,11T, volume 24 jam Rp4,54T). Perbedaan utamanya: Tether Gold jauh lebih besar — sekitar 202,4× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Chromia 987,4M CHR dibanding 612,8K XAUT milik Tether Gold. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan Tether Gold selama 40 Hari.
| CHR | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp232,81M | Rp47,11T |
Volume (24h) | Rp11,91M | Rp4,54T |
Suplai yang Beredar | 987,4M CHR | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 51 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →