Perbedaan Chromia dan HumidiFi: Chromia diperdagangkan di Rp237,18 (kapitalisasi pasar Rp233,77M, volume 24 jam Rp11,02M), sedangkan HumidiFi diperdagangkan di Rp1.242 (kapitalisasi pasar Rp212,22M, volume 24 jam Rp53,75M). Perbedaan utamanya: Chromia dan HumidiFi berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai HumidiFi dibatasi (170,7M / 1B WET (18%)), sedangkan Chromia terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan HumidiFi selama 7 Hari.
| CHR | WET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,77M | Rp212,22M |
Volume (24h) | Rp11,02M | Rp53,75M |
Suplai yang Beredar | 987,4M CHR | 170,7M / 1B WET (18%) |
Typical Hold Time | 51 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →HumidiFi adalah DEX terbesar di Solana berdasarkan volume, memproses lebih dari $1 miliar per hari dan mencatat sekitar 35% aktivitas spot di jaringan. Sebagai “prop AMM”, platform ini menggabungkan eksekusi on-chain dengan logika market-making institusional untuk menghadirkan spread lebih ketat, likuiditas lebih dalam, dan eksekusi lebih optimal dibandingkan DEX atau CEX pada umumnya.
Selengkapnya di halaman WET →