Perbedaan Chromia dan Viction: Chromia diperdagangkan di Rp268,21 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan Viction diperdagangkan di Rp685,43 (kapitalisasi pasar Rp87,82M, volume 24 jam Rp67,45M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Viction, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 127,3M / 210M VIC (61%) milik Viction. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Viction selama 38 Hari.
| CHR | VIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp87,82M |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp67,45M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 127,3M / 210M VIC (61%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 38 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Viction (sebelumnya TomoChain) adalah blockchain layer-1 yang menawarkan transaksi tanpa gas dan keamanan yang ditingkatkan untuk menjadikan Web3 mudah dan aman bagi semua orang. Didesain dengan fokus pada pengalaman pengguna, Viction memprioritaskan transaksi tanpa gas, kecepatan, keamanan, dan skalabilitas untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan terbuka. Viction didorong oleh misi untuk membangun platform terdesentralisasi yang memberdayakan manusia untuk terhubung, berkolaborasi, dan berkreasi tanpa batasan, menggambarkan dunia di mana transparansi, aksesibilitas, dan pertumbuhan berkembang pesat.
Selengkapnya di halaman VIC →