Perbedaan Chromia dan Tether USDT: Chromia diperdagangkan di Rp264,8 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp18.089 (kapitalisasi pasar Rp3.321,92T, volume 24 jam Rp839,46T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 12962,6× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Tether USDT selama 80 Hari.
| CHR | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp3.321,92T |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp839,46T |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 184,3B USDT |
Typical Hold Time | 50 Hari | 80 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →