Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Chromia dan UMA: Chromia diperdagangkan di Rp263,51 (kapitalisasi pasar Rp255,83M, volume 24 jam Rp36,86M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp6.682 (kapitalisasi pasar Rp610,15M, volume 24 jam Rp48,51M). Perbedaan utamanya: UMA jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan UMA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan UMA selama 71 Hari.
| CHR | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp255,83M | Rp610,15M |
Volume (24h) | Rp36,86M | Rp48,51M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 91,7M UMA |
Typical Hold Time | 50 Hari | 71 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Chromia (CHR) saat ini diperdagangkan pada Rp286,3 dengan kapitalisasi pasar Rp279,84 juta, menunjukkan posisi netral dalam jangka pendek. Token berada di zona pivot point (Rp285) dengan tekanan jual dan beli seimbang. Sirkulasi supply mencapai 100% dengan hold time rata-rata 50 hari, mengindikasikan distribusi token yang matang. Secara teknis, moving averages menunjukkan sinyal bearish sementara osilator netral, menciptakan kondisi konsolidasi.
Outlook keseluruhan netral dengan peluang rebound dari support kuat di Rp249 dan risiko volatilitas tinggi. Investor perlu memantau breakout di atas resistance Rp307 untuk konfirmasi momentum bullish, sementara break di bawah Rp249 dapat memicu penurunan lebih lanjut. Risiko utama termasuk likuiditas terbatas dan sensitivitas terhadap sentimen pasar crypto secara keseluruhan.
UMA menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp6.938, berada di atas pivot point Rp7.200 namun masih dalam rentang support-resistance yang ketat. Indikator osilator mendukung momentum positif sementara moving averages menunjukkan tekanan jangka pendek. Token ini memiliki hold time rata-rata 71 hari, mengindikasikan kepercayaan jangka menengah dari pemegang.
Outlook keseluruhan netral-bullish dengan peluang breakout di atas resistance Rp7.575, namun risiko volatilitas tinggi dan ketergantungan pada perkembangan ekosistem DeFi. Investor perlu memantau volume trading dan update protokol untuk konfirmasi trend berkelanjutan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →